PENTINGKAH MENJAGA KESEHATAN MENTAL ANAK?
Pasti tidak asing ditelinga kita ya dengan istilah-istilah jaman now seperti mental health, kena mental, self healing, Me time… Sebenarya istilah-istilah tersebut muncul karena ada hubungannya dengan kesehatan mental.
Apa itu kesehatan mental anak?
Kesehatan mental tidak selalu diartikan sebagai mental yang tidak sedang sakit atau terganggu. Mental sehat yang dimaksud adalah kondisi seorang anak memandang dirinya secara positif, menghadapi kesulitan, bangkit setelah jatuh, dan berpikir terhadap situasi yang terjadi dilingkunganya.
Kenapa kesehatan mental anak sangat berpengaruh pada prestasi anak?
Pernah nggak mengalami hal seperti ini? Anak tidak mau melakukan hal yang disuruh kemudian saat ditawari hadiah akhirnya dia mau. Mengapa dia yang semula tidak mau menjadi mau? yess, jawabanya adalah karena dia merasa senang akan mendapatkan hadiah. Sehingga bisa diambil simpulan bahwa ketika anak bahagia, orang tua akan dengan mudah memberikan konsep-konsep, pemahaman, dan pembelajaran apapun.
Yah kuncinya adalah Bahagia. Nah, masalahnya bagaimana menjadikan anak selalu bahagia? Apakah harus selalu memberikan hadiah? Tentu jawabanya BIG NO!
Apakah bahagia harus ada syarat? Apakah anak harus mendapatkan nilai bagus dulu baru bahagia? Apakah anak harus mendapatkan mainan dulu baru bahagia? NO..BIG NO…
Jangan sampai salah memberi konsep bahagia pada anak!
Nah, untuk membuat anak selalu merasa bahagia dan bersemangat, konsep apa yang harus ditanamkan di hati anak? Psikologi anak mengatakan bahwa “anak usia dini harus bahagia dulu bukan pintar dulu, pintar ada waktunya.”
Mengapa demikian? Karena saat usia dini, perasaan merekalah yang berkembang. Ketika perasaanya bahagia, mereka akan dengan mudah menerima nasihat dan pengetahuan yang diberikan. Dengan alasan itu pula, sekolah PAUD dan TK lebih memfokuskan anak belajar sambil bermain.
Nah di sinilah peran orang tua untuk lebih bisa mendidik dan menanamkan konsep bahagia. Namun sebelum anak menjadi bahagia, orang tua harus membahagiakan diri mereka dahulu ya guys.. Karena bagaimana mungkin orang tua bisa menanamkan konsep bahagia ke anak jika mereka sendiri tidak bahagia.
Lantas, bagaimana cara menjaga kesehatan mental orang tua dan anak?
Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental anak:
- Berhenti berkata negatif jika anak berbuat salah. Kritik perilakunya, bukan orangnya
- Membangun rasa percaya diri anak dengan cara memuji perbuatan baik dan membiarkan mereka mencoba hal-hal baru yang positif.
- Mengajarkan konsep bahagia dengan benar, misalnya dengan selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki. Contohnya selalu berpikir positif tentang apapun yang terjadi dalam hidup.
- Membiarkan anak bermain (khususnya untuk anak usia dini) karena saat mereka bermain itulah saat mereka belajar
- Selalu memandang anak dengan positif
- Mengajarkan anak untuk berpikir positif terhadap komentar-komentar orang lain yang terkadang tidak mengenakkan hati.
- Mengajarkan untuk menikmati proses bukan hasil, misalnya ketika mereka sedang berjuang atau belajar untuk ujian dan ternyata mendapatkan nilai yang tidak sesuai dengan harapan, tanyakan bagaimana perasaanya saat belajar atau detik-detik saat mau ujian. Kemudian beri mereka pujian karena telah melewati itu semua.
Itulah beberapa hal yang dapat lakukan untuk menjaga kesehatan mental anak. Semoga dengan mental anak yang sehat bisa meningkatkan prestasinya karena selain prestasinya bagus, anak yang sehat mental adalah anak yang bahagia.Aamiin…
By. Siti Mutmainah
sumber gambar : https://images.app.goo.gl/dSY4bCwrbH5rQqCGA