PESANTREN MIRIP ULASAN HURUF BA

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Alhamdulillah wasyukrulillah, shalawat serta salam semoga tercurah kepangkuan beliau rasulillah Muhammad SAW, yang mana dengan keberadaan beliau telah membuka kembali jalan yang haq, jalan yang harus ditapaki oleh seluruh penghuni alam semesta.
Tidak tertinggal pula shalawat dan salam semoga tercurah kepada seluruh ahlul bait, sahabat, tabi’in dan seluruh umat beliau yang berjalan dalam naungan Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Amma ba’du:

Dewasa ini di tengah hiruk pikuk kemajuan zaman, di tengah menjulangnya sains dan ilmu pengetahuan, namun sangat mengenaskan, kita mendengar hampir setiap hari berita pembunuhan, pemerkosaan dan segala tindakan lainnya yang berawal dari liar dan binalnya nafsu. Hal ini, tentu sudah cukup membuka mata kita bahwa, kemajuan sains dan technologi tidaklah segala-galanya, tapi yang terpenting adalah keselarasan jiwa ( طمأنينة في القلب ) yang menghantar manusia mampu bersikap lemah lembut dan berperilaku adil, baik bagi diri dan orang lain.

Pesantren telah lama mengajarkan ilmu itu semua, tentang bagaimana cara hidup yang selaras, hidup yang mengerti arti dari sebuah kehidupan. Banyak pesantren sekarang yang sudah membukia berbagai cabang ilmu, bukan saja ilmu agama ( علم الأخرة علم الدين ) tetapi juga ilmu dunia ( علم الدنيا ). Pesantren memiliki prinsip:
الْمُحَافَظَةُ عَلَى الْقَدِيْمِ الصَّلِح وَالأَخْذُ بِا لْجَدِيْدِ الأَصْلَحِ
(menjaga nilai-nilai yang baik di masa lalu dan mengambil nilai-nilai yang lebih baik di masa sekarang)
Pembaca yang budiman:

Kalau kita mau sedikit mencermati dunia pesantren, sungguh kita menemukan Maha Karya Agung, yang berawal dari sejarah santri nabi (sahabat) yang sudi melaungkan waktunya untuk mendengar dawuh-dawuh nabi dan melihat langsung akhlaq dari Rasulullah Saw dengan menetap diemperan Masjid Nabawi yang kemudian hari mereka disebut ashabus suffah.

Pesantren (para kiyainya) kalau kita lihat lebih dalam hampir mirip dengan siriinya huruf ba’ yang ada kalimat Bismillaahirrahmaanirrahiim yang menurut “As syeikh al Alamah al Imam Amin al-Harori” mengupas sirrinya huruf ba’ sebagaimana berikut, diantaranya:
1. Ba’ satu-satunya huruf yang berfaidah اِلْصَاقْ (bertemu/sambung). Dimana seorang hamba merasa diawasi oleh Allah, dalam segala tindak tanduknya ( مُرَاقبة الله للعبد) bahkan bisa sampai ( مُرَاقبة العبد لله) .

2. Ba’ selalu dibaca kasrah yang mencerminkan sikap ketawadlu’an. Seperti hadits:
مَنْ تَوَاضَعَ لِلهِ رَفْعَهُ الله

3. Bentuknya huruf ba’ yang nglembrek ke bawah ( اِنْكِسَارٌ فى الصورة) mencerminkan ia menemukan kemulyaan selalu bersama-sama dengan Allah. Sebagimana hadits qudsi:
اَنَا عِنْدَ الْمُنْكَسَرَةِ قُلُوْبُهُمْ مِنْ اَجْلِيْ
(aku (Allah) bersama orang-orang yang hatinya susah karenaku)

4. Ba’ adalah cerminan huruf yang tinggi derajatnya dan kokoh pendiriannya. Hal ini dapat kita lihat dari titik ( نُقْطَة) yang ada pada ba’ dan jumlahnya yang cuma satu. Titik adalah ibarat bintang jasa (pangkat) sedang jumlahnya cuma satu ibarat orang yang tidak mau membagi hatinya kepada orang selain Allah (hatinya cuma untuk allah).

5. Ba’ adalah cerminan huruf yang benar-benar mencari keridlaan sang Kholiq untuk lebih dekat dengan sang Kholiq ( صِدقٌ فِى طَلَبِ قُرْبِ الْحَقِّ). Hal ini dapat kita lihat pada letak نُقْطَة yang berada di bawah, seandainya kita gambarkan tentang sosok seseorang, ba’ adalah seseorang yang berpangkat tinggi tapi ia tidak menonjolkan kepangkatannya melainkan disembunyikan di bawah kakinya.

6. Ba’ adalah harfun amilun (huruf jer yang bisa mengejerkan) bukan hanya dirinya yang punya sifat agung tawadlu’, tapi juga mampu membuat orang lain mengikuti langkahnya menjadi orang yang tawadlu’.

7. Ba’ adalah huruf yang diikuti dalam segi ma’na walaupun dalam segi urutan abjad ba’ jatuh setelah alif. Diikuti dalam segi ma’na maksudnya dalam faedahnya ba’ baik itu اِلْصَاقْ , اِسْتِعَانَة , السَّبَب ataupun yang lainnya ba’ selalu tampil di depan sekalipun ia berdampingan dengan alif seperti مَرَرْتُ بِالْمَسْجِدِ . Sedangkan alif dalam segi pemberian maknanya ba’ tidak bisa jatuuh setelah alif.

8. Ba’ adalah huruf syafawi, di mana bibir bisa lebih enak terbuka, hanya dengan ba’ tidak dengan huruf syafawi lainnya. Ba’ juga merupakan huruf pertama yang diucapkan manusia di alam arwah saat ditanya oleh Allah اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ mereka menjawab بَلَى شَهِدْنَا .

Demikian sedikit ulasan tentang ba’. Maka tidak heran jika Allah berkenan memulai kalam-Nya (al-Quran) dengan huruf ba’ yaitu lafadzبسم الله الرّحمن الرّحيم
Semoga bemanfaat untuk kita semua.

Wassalmu’alikum Wr. Wb.

UstadzDasuki – Mu’allim Madin Al Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *