Mood Broken
Itu mungkin lawan dari mood booster
Kalau beberapa hari kemarin saya pernah menulis tentang teman saya yang karena karena cinta ditolak sebagai mood booster dia bikin pesantren dan menjadi Kiai.
Ini berbeda dengan mas Tukang saya, sebut saja Cak To, umur jelang empat puluh, masih lajang alias jomblo.
Jika tidak sedang ada proyek mendekor panggung, beliau menukangkan diri.
Slentingan kabar kenapa beliau tak jua menikah, padahal juga perkasa bodinya, sholih, meski tukang tetep sholat, puasa.
Lha itu kata teman-temannya sih, dulu pernah menjalin hubungan, saat usia SMA, terus yang perempuan minta izin kuliah, diijinkan.
Lha saat kuliah itu yang perempuan ucul…putus deh!!
Sore itu ditanya Aba: “Kenapa kok tidak juga menikah, banyak perempuan yang mau sama Cak To”
” Mboten Yi, tidak kepingin”
” Kenapa”
‘ Sudah tidak senang sama perempuan”
Hmmm..
Kawan,, begitulah
Hati-hati bermain rasa dengan seseorang. Kita tidak tahu efek dari permainan rasa itu
Bisa sebagai mood booster dan bisa juga mood broken.
Hindari bahaya sebelum ambil manfaatnya.
‘Dar’ul mafaasid muqaddamun ‘alaa ja;bil mashaalih”
#Morning Nis Baiknya#
(aa)