Cerita Inspiratif ( Edisi 18-23 Juli 2022 )
BEDEBAH DENGAN SEHARUSNYA
” Seharusnya kita sudah sampai di situ, bukan di sini!!”
” Iya, terus kenapa?!”
” Seharusnya dia bukan kamu”
” Iya, kalo begini bisa ngapain?!”
” Seharusnya dengan sistem ini, bukan macam begitu”
” Iya, ini sudah terlanjur, gimana lagi…”
Teramat sering kita menemui sebuah kondisi yang tidak terduga, unexpected, unpredicted. Kita mendebatpanjangkan.
Ha…ha…berdebat tentang ‘seharusnya’.
Padahal kita sedang dalam ‘nyatanya’
Dapet apa coba?
Dapet kenyataan yang ternyata jauh dari angan
Nyesek kan?!
Makanya, mari biasakan diri dengan yang ‘nyatanya’
Abaikan ‘seharusnya’
Adaptifkan raga dan pikiran kita
‘onoke ngene, ape piye neh, jal?!”
Dengan sikap adaptif, menerima nyata, itu buahkan syukur yang lahirkan bahagia.
Dan, bahagia itu munculkan aura cakep di wajah.
Ha…ha…
Semua pingin cakep kan?!
(aa)
BUMI GONJANG GANJING….
Orang tua dan ananda
Pekan ini adalah pekan berpisahnya ayah ibu dengan putra-putrinya yang harus melanjutkan tholabul ilmi.
Jangan tanya tentang rasa orang tua
Berpisah itu serasa bumi terbelah, langit runtuh
Pula dengan rasa ananda
Ha..ha…ha…
Kenapa rasa bak gunung meletus itu mau juga kita menghadapinya? menyiksa!! tau gak sih?!
Karena ada sesuatu yang mau dipanen, ILMU, IMAN, AKHLAK.
Bagi ortu berpikir tentang sisa umur.
Separuh jatah standar umur sudah kita lewati,
Jadi logis kita korbankan ketersiksaan saat berpisah demi jatah umur yang masih panjang bagi ananda.
Tak ada gunanya mendekap ananda demi puaskan kebersamaan.
Itu alay lebay…
Iya, dengan bekal ilmu iman akhlak yang cukup, berharap ananda bahagia ndunyo akhirat.
Bagi ortu juga berpikir sangu ilmu iman akhlak itu investasi jangka panjang bagi keberkahan umur si anak dan kenyamanan hidup ortu melihat nyamannya hidup anak.
So, mari kita lewati bumi gOnjang ganjing, langit kelap kelip ini.
Demi siapa coba?!
Kamu, iya kamu!! Nak !!
nis
(aa)
BIARLAH….
Semua orang bersuka cita posting putra/inya back to school
Anak saya sudah di planet sono semua
Haa…ha…
Biarlah saya posting sosok yang berada di depan putra/i panjenengan saja.
Iya guru, ustadz, cik gu
Guru
Yakini yang kau lakukan itu yang termulia dari semua jenis pekerjaan yang tercatat di KTP
Berangkat pagi buta sebelum murid-murid hadir, karena guru yang menyambut mereka datang.
Paling lebih dahulu tahu tentang ilmu yang akan didawuhkan saat di kelas
Jadi nyadar kan, siapa yang rangking satu di kelas? pasti guru
he..he…
Guru,
Bak sumur yang siap di timba ilmunya
meski duitmu tak semelimpah air sumur
Karena sejak awal guru sudah memahami
Kita tidak sedang bekerja, tapi berkhidmah
Melayani, mendampingi generasi penghuni bumi ciptaanNya
Khidmah dakwahkan ajaranNya, lestarikan agamaNya
Sehingga tabu bagi guru nyandingkan slip gaji dengan juangnya.
Sudah terlanjur begitu,
nyeburlah sekalian Guru…
Iya, nawaitu khidmah, dakwah, jihad
Maka..
Satu, sebelum berangkat, wudlulah, wudlu itu rontokkan dosa-dosa kecil kita, ingat bahwa ilmu yang mengucur dari orang yang bersih munculkan sinyal yang cling…nylurut…
Dua, istiqomahkan tahajud, kirimkan doa fatihah untuk para muridmu. Kiriman doa fatihah itu sambungkan tautan hatimu dan hati murid-murid, sehingga mereka manut, nurut, makmum dengan kita. Enak to…
Tiga, Sebelum memulai pembelajaran, istikomahkan membaca fatihah, atas nama minta ijin bagi pengarang ilmu, penyusun buku, bahwa kita sedang menyebarkan ilmu beliau
Empat, Kata Yai Jamal (Allah yarhamhu) ketika guru dianugerahi Tuhan murid yang guru kurang berkenan, maka sadarilah bahwa begitu cara Tuhan naikkan derajat guru, Tuhan memilih kita menghadapi tantangan itu.
Kalau saya sendiri sih mikirnya, prilaku murid yang ‘wah’ itu memacu kita lebih kreatif. Ha..ha…its a challange!!
Lima, Congrat Guru!!
Panjengan yang paling awal masuk surga, karena mereka paham cara masuk surga itu dari panjenengan yang kasih tau kan?!
Ha..ha….tul kan?!
Backtoschool
(aa)
“Luman, dermawan, nyah-nyoh kui parek marang manungso, cedak nyang gusti Allah, dekat ke surga”.
Eits..stop berpikir suka memberi dengan harta, uang, barang lho ya…bukan!!
Tetangga saya, bukan orang kaya, beliau suka rewang membantu sana sini
Nah saat beliau punya gawe, tumpah ruah yang datang dan membantu dan menyumbang
Teman Aba pas mantu kemarin, juragan kuliner soto, Habaib tumplek bleg rawuh memberikan doanya
Pak Haji ini, nyah nyoh dengan duitnya, pernah saat umroh tertahan paspornya 4 hari, hanya tersisa uang 200 real, segitu itu 100 realnya disedekahkan ke orang lain.
Mau bukti apa lagi, coba?!
Lumanlah..
Jika menjadi anak, luman pada orang tua,
Jika mempunyai anak yang menjadi murid, jowolah pada gurunya anak,
Jika jadi sodara, yang nyah nyoh pada sodara yang lain
Dermawan dengan tetangga juga
Ingat juga bahwa, luman gak harus duit, luman awak, suka membantu, luman hati gemar mendoakan.
Apapun yang kita punya, luman lah…
Pokoe yang apik-apik yo…
ha..ha…
Nylekit, nyesek, miliki dewe wae
Seneng, happy, bagikan sumrambahkan
Byuurr….
Acc ya??!! dhallkan!!
nis
(aa)