GURU YANG HEBAT

Oleh: Mar’atus Sulistyo Zudha Ningrum,S.Pd

Bismillahirrohmanirrohim

Orang- orang hebat yang menjadi tokoh dunia, yang memiliki kebermanfaatan bagi orang lain. Tidak hadir begitu saja, mereka terbentuk dari pola dan gemblengan yang keras, yang mungkin orang biasa tidak mampu melakukannya. Apa yang bisa kita ambil dari orang- orang hebat ini? Banyak hal dan banyak sisi. Bisa kita ambil prinsip hidupnya, keteguhannya, kebermanfaatannya, kegigihannya, kecerdasannya, kepribadiannya, dan lain sebagainya. Yang nantinya bisa kita terapkan pada diri kita atau bisa kita tularkan kepada orang lain.

Sebagai pendidik kita sangat dekat dengan agen pembawa perubahan, yaitu siswa yang disebut juga sebagai generasi muda. Setiap hari dalam satu minggu enam hari kita berjumpa dengan siswa, dengan durasi waktu yang tidak pendek dan dengan interaksi yang sangat intens. Sebagai pendidik kita memiliki peran dan pengaruh yang besar. Apa yang kita ucapkan dan apa yang kita lakukan didengar, dilihat dan dicontoh oleh belasan, puluhan, ratusan bahkan ribuan pasang mata siswa kita. Mereka memiliki sudut pandang dan sisi penilaian yang berbeda terhadap kita. Ada yang mencontoh ucapan kita, ada yang mencontoh perilaku kita, ada yang mengingat pesan kita, ada juga yang terkesan dengan apa yang kita ajarkan. Yang kita lakukan akan memberikan kesan dan pesan yang positif dan negatif di benak siswa kita

So…

Jadilah kita guru yang hebat, yang memberikan kesan baik di hati siswa karena kita adalah uswah di mata mereka. Seberapa mereka tidak suka atau melawan kita, mereka adalah siswa yang tetap memiliki hormat dan kepatuhan kepada kita. Kita tidak perlu menjadi guru yang ditakuti, cukup menjadi guru yang disegani. Dengan kita memberikan pelayanan yang terbaik, saat menyampaikan materi, saat membentuk karakter mereka, saat berinteraksi, dan senantiasa memberikan petuah atau motivasi, ditambah ada humor atau candaan yang positif saya yakin apapun yang kita berikan ke siswa akan diterima oleh mereka bahkan dirindukan.

Mampu membawa diri kita ke dunia siswa adalah kemampuan yang luar biasa. Kita menjadi sahabat dan panutan bagi mereka. Sehingga filosofi guru, digugu lan ditiru benar benar bisa kita wujudkan. Oleh karenanya guru memang benar harus memiliki kompetensi dibidangnya, baik itu pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional  untuk menunjang kinerjanya sebagai seorang pendidik. Karena mengajar dan mendidik siswa tidak cukup hanya dengan kita keluar masuk kelas untuk memberikan materi pelajaran. Ada jiwa yang perlu kita sentuh ada karakter yang perlu kita bentuk.

In the last….

Mari kita ciptakan amazing circle di lembaga kita untuk saling support saling membangun, dan saling bahu membahu antar guru dengan guru, guru dengan siswa, dan dengan lingkungan sekitar. Semoga Allah senantiasa mudahkan langkah kita untuk berkhidmah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *