Pendidikan dan Inovasinya

Dewasa ini, Pendidikan terus mengalami perubahan yang signifikan. Hal tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor baik dari perubahan zaman, perubahan arah politik, perubahan kebiasaan dan masih banyak lagi. Seperti halnya pada kondisi wabah, pendidikan mengalami perubahan agar dapat beradaptasi dan tetap terjaga keberlangsungannya. Lantas, apa sih yang dimaksud dengan pendidikan?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Selain itu, para ahli pendidikan juga memiliki pengertian tersendiri, diantaranya adalah Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia) yang berpendapat bahwa pendidikan adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

Di sisi lain, Plato menyatakan bahwa pendidikan adalah sesuatu yang dapat membantu perkembangan individu dari jasmani dan akal dengan sesuatu yang dapat memungkinkan tercapainya sebuah kesempurnaan. Sedangkan Edgar Dalle berpendapat bahwa pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat mempermainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tetap untuk masa yang akan datang. Lain halnya dengan H. Horne yang menganggap pendidikan adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada tuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.

Pengertian pendidikan juga tertuang dalam UU No. 20 tahun 2003 yang beris pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Di dalam UU. No. 20 Tahun 2003 Tentang sistem pendidikan nasional pasal 3 disebutkan tentang tujuan pendidikan yakni mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis juga bertanggung jawab.

Pandemi COVID-19 telah berpengaruh di berbagai aspek kehidupan manusia khususnya pendidikan. Membahas pendidikan di masa pandemi, tentu harus diiringi dengan inovasi. Mengapa demikian?  Hal itu karena pola belajar peserta didik mengalami perubahan yang signifikan. Jika biasanya peserta didik menerima materi secara tatap muka, kini harus berjibaku di dunia maya (daring). Tidak hanya itu, peserta didik harus belajar mandiri dalam menyelesaikan tugas-tugasnya dari rumah. Oleh karenanya, guru dituntut untuk selalu berinovasi agar pembelajaran yang dilakukan secara daring bisa berjalan kondusif dan mencapai tujuan yang ditetapkan. Adapun contoh inovasi pendidikan di masa pandemi adalah sebagai berikut.

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan beberapa program seperti berikut.
  2. Program Belajar dari Rumah yang disiarkan melalui stasiun TV Nasional, yaitu TVRI.
  3. Mengadakan bimbingan maupun diklat secara online melalui SIMPKB bagi tenaga pendidik.
  4. Program Guru Belajar dan Berbagi, yaitu program untuk belajar GTK dan tempat berbagai RPP, silabus, maupun artikel bagi para pendidik.

2. Universitas Muhammadiyah Kotabumi meluncurkan Program Guru Virtual, yaitu platform untuk mengakses berbagai video pembelajaran.

3. Program belajar luring (luar jaringan) dilakukan dengan cara membentuk kelompok kecil beranggotakan peserta didik yang rumahnya saling berdekatan. Lalu, guru mendatangi setiap kelompok secara bergantian. Cara ini lebih efektif untuk diterapkan di daerah pedalaman yang akses internetnya masih terbatas.

4. Sering diadakannya webinar tentang pendidikan oleh berbagai lembaga pendidikan di Indonesia, misalnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, platform e-learning seperti Quipper Video, maupun perguruan tinggi di Indonesia.

Melalui inovasi pendidikan di atas, konsep merdeka belajar yang digagas Mendikbud benar-benar diwujudkan di masa pandemi ini. Kini, belajar bisa di manapun dan kapanpun. Bahkan jauhnya jarak sudah bukan penghalang untuk belajar, baik guru, peserta didik, maupun orang tua. So, tetap semangat untuk Bapak/Ibu. Percayalah, jerih payah Bapak/Ibu akan berbuah manis di masa mendatang.

Sumber gambar : https://images.app.goo.gl/QStiKVP7VStfXMPS6

Ari Gita Prahmana Putra, S.Pd.

Guru MTS. Terpadu Roudlotul Qur’an

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *