Welas Asih (Sintesa Ngaji Guru RQ, 10 Juni 2022)
Bismillahirrahmaanirrahim, kenapa lafadl itu yang dilantunkan untuk semua dan setiap awali kegiatan.
Disamping muatan tauhid bahwasanya semua yang kita lakukan itu atas nama Tuhan dan berkat peran Tuhan.
Tapi yang lebih manusiawi adalah Tuhan sandingkan namaNya dengan sifat welas asih di dunia untuk semua makhluk, di akhirat nanti untuk manusia yang taat padaNya.
Yeah, itulah mauNya Tuhan yang secara verbal umumkan itu, “Hai manusia, lue semua welas asihlah pada semua makhlukku, seperti Aku ini, liat nih”
Diperkuat dawuh Rasulullah ‘ Irhamuu man finl ardli, yarhamukum man fis samaa’”, kasih sayangilah siapapun di bumi, akan mengasihsayangi kamu malaikat yang di langit.
Jika semua yang dilakukan atas nama sayang dan kasih? Adakah suatu cela yang nampak?
No, nothing.
Melihat anak yang sulit menyerap pengetahuan, akan menyayanginya dan mengasihinya dengan memberi pengetahuan dengan sabar.
Melihat teman yang ‘gak nggenah’, akan menyayangi mendekati menggenahkan.
Jika semua respon tak tergubris, masih juga muncul sayang, mendoakan agar Allah pahamkan, pandaikan.
Jika semuanya berprinsip welas asih, tak ada yang tersakiti
Saling memahami, menuturi, menemani, meresponi
Sehingga kita semua akan baik-baik saja.
Begitukah,
Yupz bismillahirrahmaanirrahim
Salam welas asih, Nis
(aa)